Maret 22, 2010

nasi-nasi yang tidak habis

Saya pikir, pasti senang bekerja di bìdang boga. saya bìsa belajar hal2 baru. berfikir bahwa nanti saya bisa spt rudi choirudin membuat saya bersemangat.:p

tapi, begitu melihat kelakuan tamu2 & teman2 baru saya, saya malah sedih. saya sedìh melìhat betapa banyak nasi & lauk yg di buang karena tidak habis. padahal mereka mengambil sendiri. bukankah seharusnya mereka bisa mengira-ira seberapa besar kapasitas perut mereka, ya?.

seingat saya, saya jarang meninggalkan makanan saya bersisa di piring. kecuali terpaksa skali. sebisa mungkin, saya akan menghabiskan apa2 yg sudah saya ambil. kalo diporsi, & sy terlalu kenyang untuk menghabiskannya, saya tidak akan malu untuk membungkus sisa makanan itu, nanti akan saya habiskan dirumah.

kebangetan, ya?. iya memang. saya cuma ingat mbah kakek & mbah simak saya. cerita2 beliau tentang jaman belanda dulu. tentang betapa tidak enaknya kulit singkong, bonggol pìsang, nasi aking, & nasi jatah dari pemerintah begitu apek, penuh kutu & batu. saya ingat uang saku saya dulu begitu sedikit, hingga sy harus makan kenyang2 supaya gak jajan di skola. saya ingat kalo kami susah makan, beliau mengingatkan kami tentang bangsa somalia. saya ingat bahwa katanya ayam2 kami akan mati kalo makanan kami tìdak habis. saya ingat cerita dewi sri, yg mbah simak ceritakan pada saya, bahwa dewi padi itu akan sdh skali kalo kita membuang-buang nasi.

ingin sekali saya men-dublek2-an nasi2 yg tidak habis itu pada si pengambil. & menceramahi mereka bhwa rejeki akan lbh lancar kalo mereka lbh menghargai makanan. tapi, lagi2, yg kami tau adalah, nasi yg sdh dibayar, sepenuhnya menjadi hak mereka. terserah mau diapain. saya cuma bisa menelan ludah tiap kali melewati dapur, melirik sisa makanan itu bertumpuk2 mubazir. mungkin, skali2, seseorang memang harus miskin.

iya. mengbskan makanan tdk akan membuat kita tiba2 kaya. tapi ini perkara bersukur & kemampuan mengukur kemampuan kita,kan?. memulai sesuatu kan dari hal kecil. dan mengukur kapasitas perut, imo, adl salah satu diantaranya.

pernahkah berfikir, bhwa mungkin saja, orang2 yang lbh sulit mencari rejeki daripada kita, bisa jadi sakit hati melihat kita buang2 makanan?.

sepele. tapi saya rasa, penting skali. bagaimana bisa menilai orang lain, sementara mengukur kemampuan sendiri saja tak bisa.

percayalah, kau tidak akan mjd gendud (spt sya), krn menghabiskan spt makanan yg kamu ambil sendiri. gendud saya uda default, kok. :D

Februari 21, 2010

cerpen: perempuan ke dua

setiap anak yang tidak tinggal dengan orang tuanya selalu berharapa bahwa ayah atau ibu meninggalkan mereka adalah orang hebat. mungkin seorang bintang film, seorang astronot, seorang pilot, seorang anggota dewan, atau siapapun mereka, mereka adalah orang hebat. Begitu juga denganku. dengan daya khayal kanak-kanakku yang tinggi, serta omongan orang-orang tentang ayah biologisku, aku berharap bahwa ayahku adalah seorang berperawakan tinggi besar, ganteng luar biasa, disegani oleh orang-orang disekelilingnya, dan berpangkat tinggi di angkatannya.

Tapi saat aku membulatkan tekad untuk menemuinya, menuntaskan rasa penasaran yang mengendap bertahun-tahun, alih-alih seperti yang kubayangkan, atau paling enggak orang biasa saja, aku justru kecewa berat dengan ayah biologis yang saat kutemui hanya tinggal nama saja itu.

"bener ya, embak ini gak ada hubungan apa-apa dengan pak irwan?", perempuan setengah baya itu bertanya padaku dengan pandangan menyelidik. aku mengalihkan pandanganku. sedikit melirik pada mesin obras yang terletak di sisi kiri ruang tamu sederhana ini.

"enggak, kok, bu, saya cuma mau silaturahmi aja. ibu saya dulu teman pak irwan." jawabku padanya. bukan jawaban yang jujur, sih. tapi itu yang ibu pesankan padaku, sebelum ia memberikan alamat terakhir pak irwan, ayah biologisku.

3 hari yang lalu, aku meminta pada ibuku alamat terakhir pak irwan, orang yang hanya kukenal lewat nama dan foto-fotonya saja. sebenarnya sudah sejak lama aku ingin bertemu dengan ayah biologisku. bukan untuk apa-apa. bukan untuk meminta warisan, mencaci maki, balas dendam, pamer bahwa aku bisa eksis tanpanya atau apa. aku cuma ingin bertemu dengan saja. ingin membuktikan omongan orang-orang di sekitarku yang katanya, perawakan, pembawaan dan watakku mirip sekali dengan ayahku.

dan siapa sangka, setelah bertahun-tahun tak pernah ketemu, malah ternyata ayah biologisku sudah meninggal sejak 2 tahun yang lalu. benar-benar mengecewakan. padahal selama ini aku selalu berdoa agar aku dapat bertemu dengan ayahku dalam keadaan baik, bertemu dengan keluarganya juga dalam keadaan baik. tapi rupanya Tuhan tidak mengabulkan doa yang terlalu banyak.

aku melirik foto berpigura besar di dinding sebelah kiri, tepat diatas mesin obras. tampak sebuah foto keluarga disana. dan percaya atau tidak, aku seperti melihat diriku sendiri disana. seorang laki-laki berpangkat letkol, perempuan separuh baya itu, seorang anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki, semuanya berbadan gempal, berkulit gelap dan berambut keriting sepertiku. untung saja rambut keritingku sudah ku rebonding beberapa hari yang lalu, dan diet golongan darah yang kujalani sudah membuatku tubuhku susut beberapa bulan ini.

"ya beginilah, mbak, keadaan kami. Pak irwan meninggalkan banyak hutang setelah kematiannya. rumah kami sudah disita orang. untunglah kami tidak diusir dari rumah dinas ini. tapi entahlah beberapa waktu lagi." katanya melanjutkan obrolan.

aku mengangguk. dalam hati bersukur karena kehidupanku jauh lebih baik dari keluarga ayahku ini.

"sebenarnya kami gak akan kekurangan seperti ini kalo saja bapak lurus-lurus saja saat bekerja. ia sering menggunakan pangktnya untuk macam-macam. bapak orangnya keras. kasar. kalo diberitahu malah marah-marah gak karuan. saya saja pernah di tonjok sampe pelipis berdarah."

aku menunduk, walau perempuan ini gak tau, kalo aku anak pak Irwan, malu juga rasanya punya ayah yang suka main tangan.

"anak saya yang perempuan itu, juga pernah di tendang. sekarang entah dimana anak saya itu. sudah lama dia pergi dari rumah sejak bapaknya mencaci maki pacarnya."

aku tambah menunduk. aku bisa mendengar ibu itu menyusut hidungnya.

"meninggalnya bapak juga dalam keadaan gak baik. minum-minum di kafe, terus kena serangan jantung. saya sampe malu sama tetangga, mbak."

"Rofik, yang nomor dua sekarang cuma bisa bantu-bantu saya di rumah. dia depresi. malu sering di ejek tetangga sebelah, karena bapaknya gak beres." ia melanjutkan.

dan seorang anak laki-laki seumurku, berperawakan besar, berkulit gelap, berambut keriting dan bermata besar, menghampiri bu irwan, duduk sambil menggelayut manja padanya.

"harapan saya cuma Haris, anak saya nomor 3. alhamdulillah, dia sudah bekerja sebhabis lulus tahun lalu. cuma jadi cleaning servis. tapi lumayanlah, sudah tidak jadi beban lagi."

tiba-tiba aku ingin cepat-cepat pergi dari rumah dinas sederhana itu. bukan cerita macam ini yang ingin ku dengar tentang ayahku. bukan cerita tentang betapa kasarnya ia, alkoholik, ato pejabat yang melindungi judi dan peredaran minuman keras seperti itu. aku ingin mendengar cerita yang baik-baik tentang ayah bioligisku. tentang keluarganya yang bahagia. tentang alasan ia meninggalkan ibuku karena ia begitu mencintai keluarganya. tentang betapa keren ayahku dimata orang-orang terdekatknya. karena kalo seperti harapanku itu, aku bisa mengerti dan lego lilo nrimo dengan perlakuannya pada ibu dan aku. bukan cerita buruk seperti ini. apalagi mengingat ia telah meninggal.

memang seharusnya aku gak berharap terlalu banyak. karena lagi-lagi, orang yang punya banyak harapan, harus bersiap-siap untuk kecewa. untuk kekecewaan sebesar ini, sepertinya aku gak terlalu siap.

dan entahlah, aku ada di garis tepi antara bersukur dan sedih. bersukur karena ternyata keuarga ayahku juga gak kalah sengsaranya denganku, atau sedih karena mereka gak sebahagia yang kuharapkan. duh gusti, semoga aku tidak sejahat yang kupikirkan.

"gak ada hubungan apa-apa kan, mbak?". Tanya bu Irwan lagi penuh selidik.

aku menggeleng sambil mengigit bibirku. aku tidak berani memandang wajah tuanya yang nelangsa. usianya pasti gak jauh beda dengan ibuku. tapi mungkin ia tak serajin facial dan body language seperti ibuku.

"kemarin2, banyak orang kesini mau nagih hutang. bagaimanapun, pak irwan kan suami saya. jadi saya terpaksa bertanggung jawab." katanya lagi.

aku tersenyum, mengangguk, dan berjalan menuju mobilku diparkir.

"sebenarnya hutangnya pada saya dan ibu saya banyak, bu, tapi sudahlah, saya iklas, kok."

iya, hutang meninggalkan aku sejak kecil. hutang menjadikan ibuku perempuan kedua dan mencampakkannya. hutang membuatku miskin. hutang karena membiarkankn berjuang sendiri. dan hutang mengecewakanku setelah kematiannya.

Bu irwan bertubi-tubi mengucapkan terima kasih. ia tampak salah tingkah. perempuan polos yang menikah dengan penipu. sungguh malang nasibnya. jauh lebih malang dari ibuku, ternyata.

tiba-tiba ponselku berdering. my secret baby.

"sayang, hari ini aku gak jadi ketempatmu. istriku merajuk. minta di temenin terus. aku gak bisa curi-curi waktu untuk menemuimu." suara laki-laki di ujung sana menelusup ke telinga. suarannya selalu membuatku luluh. pria beristri. satu-satunya pria yang membuatku bisa jatuh cinta. satu-satunya pria yang mampu membuatku rela menyerahkan segalanya. padahal aku tau, jelas ia gak akan pernah bisa menjadi miliku.

"iya, gak papa. lagian hari ini aku jadi pergi klinik. kayaknya bapak gak bisa kesini dalam beberapa hari." jawabku sambil mengelus perut.

"sayang, kamu jadi aborsi?. jangan sayang, dosa, aku janji akau menikahimu, kok."

aku tersenyum sinis. hah?. dosa?. setelah semuanya, bisa-bisanya kita berfikir tentang dosa?.

"gak. aku akan tetap ke klinik. sekalian men-sterilkan kandunganku. agar hubungan kita aman. dan gak ada korban berikutnya."

klik.

aku mematikan ponselku. iya, supaya tidak ada korban berikutnya. satu perempuan saja. entahlah, aku tak pernah habis pikir. bagaimana bisa buah apel selalu jatuh tidak jauh dari pohonnya. aku takut buah apelku kelak juga jatuh tidak jauh dari pohonnya. karena itu aku memutuskan untuk tidak berbuah saja. agar tak ada lagi buah apel yang jatuh di dekat pohonnya.....

Januari 28, 2010

senyum matahari

demi matahari dan cahayanya di pagi hari.
dan bulan apabila mengiringinya.
dan siang apabila menampakkannya.
dan malam apabila menutupinya.
dan langit serta pembinaanya.
dan bumi serta penghamparannya.
dan jiwa serta penyempurnaanya.

Qs. as syams (91): 1 - 7

keren, ya, terjemahan Qur'an diatas?. suatu hari saya mendengar ayat ini dibaca oleh mas-mas pembicara di sbuah training leadership berlabel kecerdasan emosi dan spiritual. si mas-mas itu melafalkan ayat2 ini dengan suara jernih penuh penghayatan sambil berputar dan memejamkan mata di depan kelas. saya sampe deg-degan keras menyimaknya. nancep di hati.

dan, tiba-tiba saja saya inget ayat2 itu pagi ini. pas saya lagi lari-lari (baca: byk jalan, sdikit lari) tadi pagi. pas sinar matahari pagi yang sejuk membelai tubuh saya.*haiyah, bahasany ra nguati*

pokoke, pagi tadi matahari terlihat ramah dan manis sekali, lah. mungkin karena ia tau kali, ya, sebentar lagi dia bisa menyapa saya di tanah jawa. :D

enìwei, mulai hari ini saya resmi bergelar tuna karya. paling cepet 2-3 minggu kedepan, sdg paling lamanya saya gak tau, saya akan bergabung dengan para angkatan kerja mencari tempat perburuhan. jadiii, sumbangan dari saudara-saudara skalian bisa ditransfer ke rekening saya. kalian kan gak mau melihat saya mati kelaparan, to?. :D

info lainnya adalah, beberapa hari ini saya lagi seneng2nya nyiumin pipi-pipi chubby anak2 kecil tetangga saya. gemes melihat pipi2 bakpau itu. terutama krna saya gak tau bisa melihat mereka lagi ato gak. anak-anak kecil yang mengganggap bahwa jawa begitu hebat. anak2 kecil yang begitu ingin naik kereta api. saya pasti akan merindukan mereka...


have a great thursday, all. selamat bekerja. saya mau santai2 menikmati hari2 saya sbg pengangguran. percaya lah, gak selamanya jobless itu mengerikan. :D

Januari 27, 2010

bersyukur

maka nikmat Tuhan kamu yg manakah yg kamu dustakan?.
QS. Ar-rahman ayat13.


dulu, saya berfikir bahwa negara yg cocok untuk saya tinggali adalah negara yg menggunakan sistem ekonomi komunis. dimana smua aset dikuasai oleh negara. sehingga gap antara miskin dan kaya tidak terlalu renggang. waktu itu, saya memang benci orang kaya. saya benci saat mrka naik mobil & saya naik speda. saya benci saat mrka jajan banyak2 di resto fasfood, sementara saya hrus rela makan sego kucing tiap hari. sampai saya sadar kalo saya terlalu banyak berjalan sambil mendongak. saya terlalu iri sampai saya tidak pernah bersukur dengan apa yang saya miliki. saya pun mulai melongok2 ke bawah. dan saya sadar, banyak skali orang2 yang berpenghidupan dibawah saya. kalo kami sama2 makan nasi kucing, mereka cuma minum air putih, padahal sy masi bisa minum esteh. kalo saya naik speda item yg berkelotakan tiap kali digeos, mrka bahkan cuma bisa jalan kaki.

saya kemudian memang bersukur dengan keadaan saya setelah itu. tapi, saya ga tau apa saya benar2 bersukur, ato nyukurke keadaan mereka. saya tiba-tiba merasa jahat karena saya memerlukan orang2 dg tingkat kesejahteraan di bawah saya cuma untuk sekedar bersukur. saya was-was dan takut, jangan2 saya bersukur diatas kemalangan mereka.

karena saya pikir, bersukur itu, ya bersukur aja atas apapun yang kita dapatkan. say thanks ke Tuhan, & ga iri dengan keadaan orang lain yg lebih baik.
klo kita masi membutuhkan keberadaan orang yang lebih malang dari kita untk menyadari btapa bruntungnya kita, saya pikir itu yg dinamakan nyukurke. kenapa ga bersukur dulu, kmudian nglongok2 ke bwh coba?. melongok ke bawah untuk berempati mestinya terdengar lebih menyenangkan daripada melöngok ke bwh untuk bersukur.

lagian, wöng cuma mau bersukur aja kok repod banget.

tanpa harus melöngok-longok ke bwhpun semestinya kita bisa bersukur. atas oksigen, paru2 sehat, dan atas hidup yg diberikan Tuhan. kalo ada hal lain yang belum Tuhan kasi kekita, mungkin Ia hanya ingin kita menyadari, bahwa masi banyak nikmatNya yg belum kita sukuri.

dan bagaimanapun, bersukur jelas lebih baik daripada iri dan terus-terusan sambat.

saya bersukur masi bisa melihat matahari pagi ini. bersukur karena masi bisa ngomyang sotoy pagi ini.

have a great wednesday, all. sudah bersukur hari ini?.

Januari 21, 2010

bola bekel dan sebuah pesan

pernah liat bola bekel mental2?. bayangkan kalo bola bekel itu direndem minyak tanah, dan membesar sampe seukuran manusia. kalo kmu bsa membyangkan, begitulah saya menjelang akhr bulan. yah, saya memang cewek yg lincah. kalo ada yg nantangin saya main basket 3 on 3, hayuk, saya masi sanggup. dan kehebatan sy yang lain adalah, sy suka ngebut. terutama utk masalah menyelesaikan pekerjaan. hebatnya lg, sy slalu ngebud di saat2 terakhir. kalo masi jauh dari detlen, sy selalu sukses mengikuti rayuan setan untk bermain-main saja di kerjaan. yah, tempat kerja selalu sya anggap sbg taman bermain. dan permainan favorit sy di t4 kerja adl, sbyk apa hal2 konyol yg bsa kamu lakukan di balik punggung juraganmu. hehe.

nah, sjak sbulan kmrin, juragan sy pergi keluar kota, jadilah sy bebas merdeka kek burung lepas dari sangkarnya. bermain2, seharian fb-an ato telpun2-an ato nöngkröngin paman penthol brg anak2 sd di pinggir jalan. nah, krn hr ini tersiar kbr bhwa juragan sy akan kembali ke habitatnya, jadilah sy ngebut. loncat kesana kemari kek bola bekel. umm, i mean, bola bekel raksasa. :D

kebiasan buruk, si. bukanya menyicilnya tiap hari, sy malah menumpuk2 tugas, berharap nanti ada mukjizat, then, voila, pekerjaan sy slese sendiri. he2, bhkan orang idiot pun tau klo itu gak mungkin!!. maksud sy, knapa hrus repod2 mengerjakan tiap hari kalo kita bsa menyelesaikanya dlm satu hr?. knapa hrs sholat satu2 klo bsa dijamak?. whehehe. itu si lain perkara, ya?. eh, tapi sy pernah bc entah dimana, klo ada org yg malah efektif klo uda mepet. ehm, sy tau, kok, diluar sana ada banyak orang yg sama ga normal dgn saya. *sujud sukur*

dan kenapa pada saat genting bgni sy masi sempat2nya ngeblog?. krn, ini masi dlm rangka missionmuketebel yg kmrin itu. :D skalian mau ngingetin kmu smua utk ga ngikuti kebiasaan buruk sy sejak jaman jahiliah ini, menunda-nunda. percyalah, efeknya ga enak. bikin perutmu mules dan mata berkunang2. mending klo kunang2nya dìem. nah ini kunang2nya sambil ajojing, je.

well, segini aja dulu. byangan juragan saya yg mukanya bkal berubah jadi madam mikmak membuat sy harus loncat2 garing ke tumpukan kertas berkolom itu. oh, shit!!

have a wonderfull day, all...

p.s: untk seorang yg mau berbincang2 saya stl ratusan juta pesan. sy tunggu sampe jam 11 wib. mari bicara dan berhenti bermbenyeh-mbenyeh jijay. grow up, beib. kita kan sdh twenty sumthing. menyampaikan pesan disini benar2 nyebahi,lho. jam 11 ato, ah, sudahlah, lupakan saja. :D

Januari 20, 2010

rencana-rencana tahun ini dan hal-hal lainya

sudah hari ke-20 dan saya sdh melupakan smua resolusi sejak hari ke-2. yeh, begitulah tiap tahun. sebuah rencana besar disusun dan saya akan melupakannya dalam 1 kedipan mata. dan, well, ini tulisan saya yg pertama tahun ini disini. owh, so sad. sebenarnya byk ide, si. tapi begitu ke tahap nyari fakta2 di gugle, sy ktmu blog2 keren, maka disitulah saya berhenti. minder dg tulisan serba keren dari mas2 dan mbk2 skalian. tapi, tadi pas saya lari2 dalam hujan, dan kesamber geledek sampe gosong, tiba2 saya memperoleh pencerahan bhwa saya sbg cewek bermuka tebel, harus menunjukan pada dunia bhwa muka saya memang tebel, dg cara, saya harus nulis kembali. gak peduli seancur apapun tulisan saya. bahkan kalo lbh ancur dari adukan sayur lodeh ibu kos pun juga gak papa. gak ada yg baca juga gakpapa *nangis*. jadi, mari kita namain proyek menulis ini sbg mission mukatebel.

well, hidup saya awal tahun ini masi menyenangkan. resìgn saya oke. saya hanya diminta 'membantu mengawasi' mbk2 dan mas2 baru sampai juragan sy nemu pengganti. okeh, krna sy baik hati, berahlak mulia dan berjiwa patriotis, sy pun menerimanya. dan disinilah saya skr. bermain-main sambil bekerja, sampai bulan ini berakhir. bgtu selesai, saya akan kembali ketanah jawa. tanah yg gemah ripah loh jinawi, tempat keluarga dan handai taulan bermukim dg penuh keprihatinan. rencana2 sdh saya susun dg cermat. yah, cermat ala sy, biasanya masi grusa-grusu bg kalian. :D

jadi, 2 minggu nanti, saya akan menikmati masa jobless saya dg libur. saya akan berlama-lama di jogja, kutoarjo, dan, ahay, tasik malaya, tempat ibu dan bpk saya tinggal. pengen merasakan benar2 menjadi anak mereka setelah sekian lama laut jawa memisahkan kami. *tsahhh* saya juga mau menyambangi teman2 lama saya. pengen mendatangi mereka satu2 dan minta sumbangan pada mereka krna saya jobless. huehehe.

setelah puter2 dan saya uda bener2 jadi gembel. (yeh, tadinya mirip gembel). baru saya akan mencari tempat perburuhan baru. kemarin uda ngirim cv kebeberapa toko cina, si. buat jaga2. takudnya saya betul2 mjd miskin sbl 2 minggu, e, uda ada panggilan gitu.

tahun ini saya juga berniat memperbaiki kemampuan menjahit saya. terakhir blajar menjahit di jogja thn kemarin, kta tutor sy, cara mengayuh pedal saya kek ejakulasi dini!. bygkan, pdhl sy gak tau apa itu ejakulasi.

oke, sgitu aja postingnya. hujan lagi, ni. saya hrs sgra mengambil bju2 saya. kalo, ga, bsk sy brus pake bju bau ini lagi.

have a great wednesday, all..

Januari 16, 2010

masak-masakan: cake puding coklat saus coklat juga


whehehe, judule ra nguati....

bahan-bahan:

1 bks agar-agar putih.
1 bks agar-agar warna coklat.
1 potong cake ukuran terserah.
1 gelas belimbing gula pasir.
3 sdm tepung maizena.
1 bks santan instan yang paling kecil.
2 sdm margarin, lelehkan.
4 sdm susu coklat.
2 butir kuning telur.
2 butir putih telur.

cara membuat:
1. rebus agar-agar putih bersama setengah bungkus santan instan, setengah gelas gula pasir, 1 sdm maizena, 1 sdm margarin.
2. kocok kuning telur, tuangi dengan 1 sendok agar-agar panas, aduk-aduk, masukan ke adonan agar-agar yang masi nangkring diatas kompor, didihkan kembali.
3. kocok putih telur sampai kaku, tapi jangan sampe berbusa, tuang adonan agar-agar panas kedalam kocokan putih telur, sambil di aduk pelan-pelan.
4. diamkan 3 menit sampe uap panasnya hilang.
5. ambil cake, masukan ke dalam cetakan sesuka kalian, dengan cara terserah kalian. pokoknya asal masuk gitu, deh. kemarin, saya pake gelas gendut.
6. tuang adonan agar-agar tadi ke atas cake. biarkan sampe mengeras.
7. lakukan langkah 1, 2, 3, 4, pada agar-agar warna coklat.
8. tuang adonan agar-agar coklat ke atas agar-agar putih yang sudah mengeras.

cara membuat saus coklat.
1. rebus susu dengan setengah gelas air.
2. kalo suka manis, tambahkan gula secukupnya.
3. cairkan sesendok maizena dengan air, tuang ke dalan rebusan susu.
4. tuang saus diatas puding, beri gula-gula warna-warni, dan irisan daun pandan untuk garnis.

terimakasih untuk mbak Sukowati, atas resepnya, tapi maaf, resepnya agak kuhianati. hehe. luv u, mbak...

dan, jangan pernah percaya bahwa gambar diatas itu enak. sebab, belum tentu. hehehe.
selamat mencoba...
:D