Tampilkan postingan dengan label harihari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harihari. Tampilkan semua postingan

Mei 25, 2012

the story of jobless

gak terasa, sudah sebulan saya menikmati libur panjang tanpa pekerjaan. Rasanya menyenangkan. seperti kancil yg lari dr kandangnya pak tani. :D sebenarnya dibilang murni menganggur gak bener juga, si. saya masi bekerja setengah hari kerja di tempat kerja lama saya, sampai mereka mendapat pengganti saya. saya juga sibuk mengirim lamaran dan menghadiri interview-interview. kemarin juga sempat bekerja seminggu, 3 hari, 2 hari, sehari. xixixi. mbingungi sekali, ya, saya? yah, susah memang mencari pekerjaan. sama susahnya dg perusahaan mencari karyawan. cocok itu susah sekali. gajinya cocok, suasana kerja gak cocok. pekerjaannya cocok, teman2nya cocok, eh, gajinya gak cocok. rempong, ya? yah, mestinya diluar masalah cocok dan tidak cocok, kita juga harus adaptif, sih. tapi entahlah, setiap interview yang saya ikuti kok gak sreg aja di hati. ada aja alasan saya untuk tidak berangkat training keesokan harinya. rasanya seperti dihinggapi penyakit malas stadium lanjut. xixixi. jadi selain hal-hal tersebut di atas, kegiatan saya ya tidur2an saja sepanjang hari, kadang diselingi mencoba resep2 baru (yg hasilnya tentu saja lebih banyak ancurnya daripada suksesnya), menjahit baju2 yg bolong2, merawat tanaman cabe saya (yg cuma 5 biji, tapi skr udah berbunga, lho) dan membaca novel2 lama saya. saya bahkan tidak berani meletakan kaki diatas timbangan, takud pecah. xixixi. satu2nya prestasi yg membanggkan adalah, saya berhasil menyelesaikan membaca novel remaja yg saya beli bulan maret th 2008, dan novel itu dalam bhsa inggris. horay! untuk orang seperti saya, yg pekerjaan tidak bersinggungan dg bhsa inggris, (oh kecuali jika ada beberapa turis kesasar yg suka dg konyolnya bertanya-tanya ini apa-itu apa, lalu saya menjawab dg bhs inggris seadanya berlogat jawa, tentu saja) menyelesaikan membaca novel dg bhsa inggris selama 4 tahun itu prestasi besar. :D satu2nya hal yang terasa berat menjadi pengangguran adalah ketika beberapa orang bertanya, kerja apa sekarang, mbak? duh, berasa beban bgt. selama ini si, menjawab gini: aku gak kerja. lho kenapa, tanya mereka lg. duit gaji terakhr blm habis. ntar deh kalo udah bokek kerja lg. hehe. sombongnya saya ini... intinya, menganggur itu gak membosankan, kok. seru-seru seger. kalo males jalan-jalan (krn skr susah dapet karcis kreta, dan naik bis masi bkn mabok) masi byk hal menyenangkan yg bisa di lakukan dirumah. hidup ini indah, kalo lg mentok, gak usah nangis2 minta dikasihani. anggap aja liburan. :D

ngaca!

bermotor sendiri dari babarsari sampe jalan bantul lepas tengah malam bagi saya itu hal biasa. sepertì malam tadi. menyusuri janti-gd. kuning-perintis kemerdekaan-japar saya melaju pelan-pelan sambil bernyanyi-nyanyi riang. masih terbayang-bayang suara Dion idol menyanyikan lagunya the changcuters pula. xixixi. kadang-kadang saya juga melepaskan satu tangan supaya bisa menjentik-jentikkan jari. gaya sekali saya, ya? sampai perempatan ring-road japar, lampu lalu lintas merah. saya berhenti. sepi sekali. cuma ada 2 pengendara motor. saya dan seorang laki-laki mengendarai motor bebek. gak terlalu jelas dia mas-mas atau bapak2. tiba2 si laki-laki itu menjajari mtr saya dan bertanya, 'sendirian, mbak?.' dekat sekali. saya bahkan mencium bau alkohol. saya ketakutan sampai tak berani menjawab. mata saya hanya tertuju pada hitungan mundur penghitung di atas lampu merah. setelah angka 2, tanpa menunggu lampu hijau, saya langsung tancap gas! melaju kencang menyusuri ring road. pikiran saya kemana-mana. setelah agak jauh, saya baru berani melihat lampu spion. tararammm. tidak ada siapa2 dibelakang saya. saya praktis sendirian. tidak ada penguntit yg akan macam2 pada saya. tidak ada laki-laki bau alkohol. saya memperlambat motor saya, menyadari satu hal konyol, dan ketawa sendiri. ya ampun, ka. memangnya kamu siapa? bentukmu seperti apa, sampai berpikiran akan ada laki-laki jahat yang nguntit kamu pulang. ngaca! sayapun pulang dengan santai sambil bernyanyi-nyanyi lagi. kali ini someone like you, pura-pura jadi regina idol ceritanya. xixixi.

the story of underwear

dimana kamu menyimpan pakaian dalammu? di dalam laci? di lemari? tadinya saya juga menyimpannya di lemari. tp karena saya selalu berantakan, ibu saya menempatkan kotak plastik bertu2p di sebelh lemari baju saya (yg tu2pnya sdh lepas) seharusnya kotak itu selalu tertu2p tiap saya selesai mengambil ato menyimpan pakaian dalam. tapi pd prakteknya kotak itu jarang tertu2p. buat apa di tu2p, coba, kl nanti toh di buka lg. :D tapi, sejak sore tadi, saya berjanji akan selalu menutup kotak itu, dan akan membenahi tu2p lemari yg rusak. kapok saya. kapoookk. *pukul2 meja* jadi, sore tadi saya bangun tidur, menutup jendela2, pintu dan menyalakan lampu2. lalu saya mandi. selesai mandi, masi berbalut handuk, saya masuk kamar untk mengambil pakaian dalam. tau tidak apa yang saya dapati di dalam kotak plastik itu? seekor kucing, sodara2. sedang berbaring melingkar di atas pakaian2 dalam saya, dg 4 kucing kecil yg bru lahir di dekat perutnya!! saya kaget, si induk kucing juga kaget. ia langsung berlari mencari jln keluar sambil mengeong-ngeong dg hebohnya. saya gak bisa membuka pintu krn sy cuma pake handuk. saya jga ga bisa mengambil pakaian dalam karena di sana ada 4 bayi kucing yang berdarah2 dan berlendir. oh, alangkah anyirny saya kembali ke kamar mandi, dan bersukur sekali pakaian dalam bekas saya tidak basa. terpaksa saya memakainya lagi. triple jorok saya ini... setelah berpakaian, bru saya membukakan pintu utk induk kucing sialan yang ribut sekali itu. si kucing langsung njrantal keluar. nah, masalah selanjutnya, BAGAIMANA NASIB BAYI-BAYI KUCING? saya kan gak mungkin meng-adopsinya. nanti siapa yg kasi makan? yg kasi susu? yg gendong2? saya kan kerja seharian. tega gak tega, saya pun mengangkat kotak pakaian dalam dan menumpahkan isinya di pojokan rumah, dekat semak-semak. saya bersukur sekali pakaian dalam saya cuma seharga 10003. itupun karetnya udah mulur smua karena perut saya besar. ;D untunglah saya tidak pernah beli victoria's secret ato la perla. bisa nangis darah saya kalo pakaian dalam semahal itu kena lendir2 kucing. :D saya memasukkan smua pakaian dalam bau kucin itu kekantong kresek dan membwanya ke laundry. sya tgl 1 kaos kaki sebelah untk alas bayi2 kucing. smoga induknya cukup bertanggung jawab untk mengambilnya nanti. malam ini jelas saya terlambat bekerja. selain karena sibuk berjibaku dg kucing sialan itu, saya juga harus mampir ke toserba untuk beli pakaian dalam. kalo tidak saya bakal gatal2 semalaman...

September 04, 2011

The Story of Lebaran

Pernah mengalami waktu seakan-akan kembali, seperti masa-masa bertahun-tahun yang lalu, dan kamu membeku didalamnya selama beberapa jam? beberapa hari yang lalu saya mengalaminya. lebaran hari ke dua, di rumah sahabat saya, di Loano, sebuah desa di ujung utara purworejo, bersama teman-teman smk yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu muka. Rasanya kembali ke tahun 2003, saat bersama-sama masih duduk di bangku sekolah. saling hina, saling ejek, saling bercanda. lucu. perjumpaan beberapa jam itu diisi dengan banyak tertawa. Saat itu saya merasa, waktu kembali dan membeku. tak peduli seberapa tua usiamu, saat kau bertemu teman-teman lama, maka kau akan kembali ke masa lalu. menyenangkan sekali.

Ternyata, teman-teman saya memang mengadakan acara rutin bulanan untuk bertemu dan berkumpul bergilir dari satu rumah ke rumah teman yang lainnya di Tangerang sana. semacam arisan. hanya saja, yang terpenting dari acara itu adalah berkumpul dan tertawa-tawa mengenang masa lalu. Saya jadi membayangkan, seandainya saya ada disana, bekerja dan beraktivitas disana, mungkin saya bisa rutin ikut serta dalam kegiatan itu, saat waktu kembali, dan membeku. Sebulan sekali. Pasti jauh lebih menyenangkan dari pada setahun sekali. Tapi, enggak, ding. sepertinya saya gak cocok dengan Jakarta, Tangerang dan sekitarnya. terlalu hiruk pikuk. Anyway, terimakasih pada pak lurah, maman, edy, yuni, Enny, dan Fatah. memang benar, ya, sehebat apapun teknologi tak pernah bisa mengganti nikmatnya pertemuan.

Yeah, itu salah satu kegiatan hari lebaran saya kemarin. Mau baca cerita selanjutnya?

Hari pertama lebaran saya, seperti warga yang lain, saya ikut sholat id bersama ibu dan adik saya di masjid agung Bantul. Selanjutnya, makan ketupat dan opor ayam, lanjut halal bihalal dengan warga sekitar sekalian memperkenalkan dri. Sorenya keluarga dari Kutoarjo datang, trus salam-salaman lagi.

Hari kedua saya ke Kutoarjo untuk menghadiri acara reuni dengan teman-teman seperti yang saya ceritakan pertama tadi. pulang dari acara itu, mampir ke rumah baru pak penjara, lanjut ke rumah sahabat saya satu lagi. di jalan janjian dulu sama bapak-bapak baik dari Sidoarjo. Jadilah kita tertawa-tawa semalaman sampe perut kaku.

Hari ketiga rencananya mau balik lagi ke Kutarjo. Mau ketemuan sama Teman saya dari Bali , dan Istrinya yang juga teman sekolah saya juga. Janji mau ke rumah temanlaki-laki saya sudah terlanjur dibatalkan, eh, malah acara ketemuan di Kutoarjo malah gak jadi juga (atau jadi, saya gak tau. pokoe saya gak jadi datang). mungkin bapak keren pecipta lagu ini lagi butuh privacy dan sedang ingin berkumpul dengan kelompoknya sendiri, kali, ya. jadi, yawislah, saya paham....

Hari ke empat, saya pergi ke wonogiri untuk menghadiri acara keluarga temanlaki-laki saya. Acara berlangsung biasa saja. cuma ngobrol-ngobrol antar keluarga dengan bahasa jawa alus banget. duhhh, jadi berasa nonton wayang orang. Sialnya, telpon saya malah ketinggalan disana. mungkin karena terlalu banyak makan camilan saya jadi melupakan dimana saya meletakan telpun saya terakhir kali. *ketuk-ketuk kepala pake palu*

Baru tadi siang telpun kembali ketangan saya. Akhirnya saya gak jadi ketemu Agus, deh. gak jadi ngasih contoh skripsi buat dia. tapi ndak papalah, besok pas saya gak terlalu sibuk, saya bisa kasih contoh skripsi ke istrinya. Sore ini juga adik laki-laki saya datang dari Kediri. duhh, senengnya, sudah setahun saya gak ketemu adik saya satu ini.

Begitulah lebaran tahun ini berlalu. besok saya sudah mulai kerja lagi. mudah-mudahan tidak banyak masalah di tempat kerja, jadi saya bisa santai-santai saja. hahaha. Selamat lebaran semua. Bagaimana lebaran kalian tahun ini? mengesankan? menyenangkan? saya tunggu ceritanya....

XOXO




Agustus 29, 2011

thr story of pindah kos....

Sebagai manusia modern yang masih menganut gaya hidup nomaden ala manusia purba, saya benar-benar direpotkan oleh urusan pindah kos. Kalo orang jaman purba dulu, begitu sumber makanan di suatu tempat habis, mereka langsung pindahan, gak usah angkut-angkut, paling yang diangkut ya cuma sebangsa kapak perimbas, tombak, dan alat untuk berburu dan meramu, nah kalo saya, pindahan jelas bukan hal yang sesimpel itu. ritual pindahan dimulai dari hunting kos-kosan dari mulut ke mulut, koran, agen, mendengarkan iklan radio, televisi, sampai uplek-uplek kaskus dan sebagainya *hihihi, kebayyy*. kemudian dilanjut nego, menghubungi sang pemegang saham terbesar, yaitu -hihihi- ibuk, nanya-nanya fasilitas-fasilitas, listrik, air, pembuangan, dan sebagianya, lanjut nego, dan yang paling berat adalah: angkut-angkut dan beres-beres.



Ndilalah, saya bukan orang yang ahli urusan beres-beres. Saya butuh waktu berhari-hari untuk memilah mana yang perlu mana yang tidak. dan sialnya, semua barang saya anggap perlu. seandainya sudah tidak ada gunanya, biasanya barang itu mempunyai kenangan tersendiri untuk saya. jadi sayang kalo dibuang. Akhirnya, yawis, semua barang saya pindahkan semua ke kos baru. Entah berguna atau tidak....



Yang agak menghambat adalah urusan pekerjaan yang sedikit bermasalah, sehingga saya harus stand by di tempat kerja. Tapi untunglah ada mas-mas baik yang penuh perhatian -dan baiklah, sedang khilaf- yang rela memberikan waktu dan tenaganya untuk mengurus tetek bengek pindahan yang ribet itu. Dari mencari jasa angkut, mengangkut semua barang, mengurus ini, mengurus itu. duhhh, banyak sekali. Sampai saya gak enak sendiri. Saya bekerja, diminta tenang-tenang saja dan tau-tau urusan pindahan sudah selesai semua. Terima kasih, mas-mas baik. Tidak lupa, terima kasih banyak pada nikolas saputra yang menolak cinta saya mentah-mentah. sebab, kalo mas nikol menerima saya, belum tentu ia akan membereskan urusan pidahan saya. hahaha.



Selanjutnya, urusan pindahan diambil alih oleh ibuk saya. ya urusan beres-beres, ngatur-ngatur barang, perijinan sampe urusan beramah tamah dengan para tetangga baru. saya? saya masih setia berkutat dengan pekerjaan dan berbagai permasalahannya yang sepertinya gak pernah ada habisnya....



Dan sekarang, disinilah saya berada. Baru saja menyelesaikan laporan terakhir saya, duduk di depan pc tua, eh bukan, uzur lebih tepat. dikamar baru saya yang baru tadi pagi saya tempati. dimana matahari sore bisa masuk lewat jendela besar di samping meja saya. nyamaaaannnn.



Jadi, jangan salah, ya, kalo mau main, saya sekarang tidak di gedong kuning lagi. Saya sekarang ada di jalan bantul km 7. Tau desa wisata kasongan, kan? nah agak se selatan dikit, lah. disini dingiiiiinnn. Masih kampung banget, dan masih banyak simbah-simbah berkeliaran. Suasananya persis di Kutoarjo, kota kelahiran saya tercinta. yang agak gak nyaman adalah, disini bau limbah pabrik gula madukismo yang letaknya gak terlalu jauh dari sini. limbah mereka dialirkan ke sawah-sawah warga agar padinya tumbuh subur, katanya. baunya anyir-anyir manis. kek rendeman daun pepaya dicampur gula terlalu banyak. ndak papa, sih, saya hanya belum terbiasa saja....



eh, kapan kalian lebaran? di sini orang-orang lebaran lusa. padahal, ketupatnya udah mateng. huhu. kapan saja lebarannya, sama aja, lah. Selamat lebaran semua. Maaf lahir batin, ya. _/\_