Mei 14, 2010

saya cemburu


saya cemburu. pada suara kokok ayam di pagi hari. saya cemburu. pada cericit burung-burung di pagi hari. saya cemburu pada sinar matahari yang masuk lewat jendela yang tak sempurna tertutup tirai. saya cemburu pada celoteh anak kecil sebelah rumah. saya cemburu. pada bau ayam rebus yang tercium dari rumah sebelah. saya cemburu. pada mas-mas koran yang pagi-pagi sudah menyelipkan koran dirumah-rumah. saya cemburu. pada mbok-mbok yang membawa tenggok dipasar pagi-pagi. saya cemburu. pada tukang roti yang lewat depan rumah.

bagaimana bisa mereka bangun pagi dan begitu bersemangat?.

saya cemburu. karena setiap bangun pagi, saya hanya menginginkan satu hal, yaitu tidur lagi. hehe.

saya ingin seperti mereka.


keterangan gambar: pantai sanur pagi hari, saat saya main kerumah teman baik, dan teman baik satu lagi. *kedip*

Mei 12, 2010

twenty sumthing and nothing




bagi saya, hari ulang tahun gak beda dengan hari-hari yang lain. kalo jatuh hari senin, maka rasanya seperti hari senin. kalo jatuh hari jumat, ya rasanya seperti jumat-jumat yang lain. dan rasanya setiap bertambah usia, -atau sebenarnya berkurang jatah hidup?-, saya selalu merasa biasa saja. tidak ada perasaan seperti tiba-tiba layaknya memasuki dimensi lain atau apa. biasa saja. saya bangun, dan saya tetap manusia yang sama dengan kemarin.

ulang tahun seperti ceremony biasa saja. seperti upacara bendera dihari senin, peringatan tujuh belasan, atau peringatan-peringatan yang lain. tapi aneh rasanya kalo ulang tahun dirayakan. bukanya makin tambah umur, kita makin dekat dengan kematian?. jadi merayakan hari ulang tahun sepertinya sama halnya dengan merayakan kematian yang makin dekat. ya, kan?. :D

ahh, mungkin yang orang-orang maksud bukan merayakan kematian. mungkin hal-hal lain yang lebih menggembirakan. seperti makin tua makin dewasa, makin tua makin sukses, makin tua makin banyak uang, makin tua makin peduli. hal-hal semacam itulah.

atau justru bersukur karena masih diberi umur sampai sekian, ya?.

iya. saya bersukur. meski sudah duapuluh berapa dan saya tetap bukan apa-apa, saya selalu punya teman-teman baik. teman-teman yang bertahan, teman-teman baru, teman-teman lama yang dipertemukan kembali. teman-teman yang tetap ada meski saya bukan siapa-siapa. terimakasih banyak....

dan disinilah saya, subuh hari, masih menjadi manusia yang sama dengan kemarin. sepertinya sudah lama saya tidak peduli dengan panggilan untuk bersukur.




keterangan gambar: kue ultah dari adik saya. difoto sebelum habis diganyang. trims, ya, nenk.:D

April 28, 2010

lelah

kenapa kita lebih banyak mengeluh daripapa bersukur?. karena saat senang kita hanya inget senang-senang. saya lelah. perlu tidur. agar besok saya kuat lagi. kuat menahan rindu. menahan amarah. dan menggebuk hari. dan hanya mimpi-mimpi yang membuat kita melupakan segala kenyataan yang tidak selalu seperti yang kita harapkan.

April 18, 2010

tidak menantang

memilikimu sehari semalam, tanpa ada yang ditakuti, malah membuatku tidak nikmat. ada yang hilang. sensasi takut ketahuan dan lain-lain. aku jadi tahu. mungkin, sebenarnya yang yang ku inginkan adalah sensasi sembunyi-sembunyinya. bukan tanpa hambatan seperti ini. ini terlalu mudah. dan aku malah jadi tidak suka.

April 05, 2010

arsiran

saya selalu kagum pada teman-teman saya yang hidupnya selalu lempeng. lurus. bener. tepat pada relnya. seperti meng-arsir ruangan diantara 2 garis memanjang, dan arsir-an itu begitu rapi. gak ada arsir-an yg keluar dari garisnya. saya kagum pada ketahanan jiwa mereka untuk tidak mencoba hal-hal diluar rel. saya kagum pada betapa tidak bosannya mereka pada hidup yang lempeng2 saja.

sedang hidup saya, kalo diibaratkan meng-arsir ruangan diantara 2 garis memanjang, maka arsir-an saya tidak penuh dan lebih sering melewati garis. garisnyapun tidak lurus. bengkak-bengkok gak karuan.

bukanya saya gak punya kontrol diri atau apa. tiap kali jalan saya melenceng dari rel, saya sepenuhnya sadar, dan berkata pada diri saya sendiri, 'ayo, ka, kembali ke rel. itu salah. bukan jalurmu'. biasanya saya trus kembali ke rel. tapi kadang saya menulikan telinga dan jalan2 dulu diluar rel saya. mengarsir tempat2 yang salah. dan sesuatu yang dilanggar, biasanya menyenangkan. mendebarkan.

berjalan lempeng sepanjang rel yg seharusnya kadang sangat membosankan. itu-itu saja. kurang menantang.

baitewai, apa kbr teman2 saya yg jalanya lurus2 gak pernah keluar rel itu?. sbagian besar dari mereka nampaknya sekarang sukses. sepenglihat saya, lho. dari segi ekonomi ato kehidupan pribadi. itu kali, ya, buah dari kesabaran. kalo kau sabar, berjalan didalam relmu, tidak melenceng, Tuhan sdh menyiapkan hadiah2 di sepanjang rel-mu.

lalu, apakah orang seperti saya, yg sering mengarsir di luar garis tdk akan sukses?. entahlah. mestinya segala sesuatu kan ada batas toleransi-nya. mungkin keluar garis beberapa senti masi bisa dimaklumi, kali, ya. :D


Jadiii, bgmana dg arsir-an kalian?.



insomnia sialan membuat saya ngoyoworo.

Maret 25, 2010

sejauh ini pekerjaan saya baik. saya bersukur bisa bekerja di bidang yg sy suka, dan di bgian yg nyambung dg hal2 yg sy pelajari. sy mempelajari byk hal2 baru. bertemu teman2 baru. intinya, meski sy gendud-item, hidup gak buruk2 amat, kok. :p
hari ini, tanpa sengaja, temuan2 di bagian saya, sempat membuat seorang teman marah. salahkan sy yg benar2 tdk pintar mengolah kalimat. mungkin sy perlu memlester mulut pake lakban dan mulai belajar berkomunikasi lewat bhs isyarat.:p sy tdk tau dibgian mana kalimat sy menyinggungnya. bertanya tentang suatu hal yg tdk jelas adl salah satu dari jobdesk sy. sy membayangkan kalo smua orang yg saya tanyai marah pada sy, pasti mengerikan bekerja dg mereka smua.
selama ini, sy meyakini satu hal, bhwa pas seseorang marah, sbnrnya dia sdg bermasalah dg dirinya sendiri. dia sdg mencari alasan utk meledak. klo kbtulan kita iseng2 nyalain korek di dktnya, tar!. dia menyalahkan orla & meledak. mungkin, sebenarnya, teman saya, memang sdg bermasalah dg dirinya.:D
saya juga pemarah. dan apakah sy bermasalah dg diri sy sendiri saat marah?. umm, keknya iya. pernah ktmu orang yg bgt pemarah, tapi aslinya dia rapuh dan penyayang?. pernah tau seorang suami yg status sosialnya dibwh istri trus jadi lbh pemarah?. pernah kenal seorang perawan tua yg pemarah?. *sigh*. begitulah....
sy juga pernah membca, katanya marah itu seperti menancapkan paku di tembok. bekasnya selalu ada, meski kau sdh mencabutnya. percayalah, itu bener. terutama kalo kau benar2 tdk berniat memancing amarah, tp lwn bicäramu malah marah. clap!. rasanya spt hatimu ditancepin paku. beberapa menit kmdian, masalah kami clear, dan kami maaf2-an. kami tetap berteman. tapi sy ragu, bhwa sy akan lupa kalo ia pernah marah pd saya. duhh, saya jadi ingin membeli sekaleng dempul untuk sy bagikan pada orang2 yang pernah saya lukai hatinya karena saya marah. maaf saja sepertinya tidak cukup untuk menghapus luka hati yg kita buat pada mereka.
kata nabi, kalo kita marah saat duduk, sebaiknya berbaring, kalo marah saat berdiri, sbaiknya duduk. saya setuju. kita tidak boleh ngapa2in pd saat marah. bicara, bekerja, mengambil keputusan, bercerai, pergi. karena saat marah, otak kita tdk bekerja dg logika. kita bisa saja menolak sekotak eskrim coklat gratis cuma karena sdg marah. rugi, kan?. ;-)
anyway, saya tau, marah tdk akan pernah membuat seseorang nampak lbh kuat & cerdas. marah justru akan membuatmu tampak labil & tolol. tapi sulit skali menahan marah.

Maret 22, 2010

nasi-nasi yang tidak habis

Saya pikir, pasti senang bekerja di bìdang boga. saya bìsa belajar hal2 baru. berfikir bahwa nanti saya bisa spt rudi choirudin membuat saya bersemangat.:p

tapi, begitu melihat kelakuan tamu2 & teman2 baru saya, saya malah sedih. saya sedìh melìhat betapa banyak nasi & lauk yg di buang karena tidak habis. padahal mereka mengambil sendiri. bukankah seharusnya mereka bisa mengira-ira seberapa besar kapasitas perut mereka, ya?.

seingat saya, saya jarang meninggalkan makanan saya bersisa di piring. kecuali terpaksa skali. sebisa mungkin, saya akan menghabiskan apa2 yg sudah saya ambil. kalo diporsi, & sy terlalu kenyang untuk menghabiskannya, saya tidak akan malu untuk membungkus sisa makanan itu, nanti akan saya habiskan dirumah.

kebangetan, ya?. iya memang. saya cuma ingat mbah kakek & mbah simak saya. cerita2 beliau tentang jaman belanda dulu. tentang betapa tidak enaknya kulit singkong, bonggol pìsang, nasi aking, & nasi jatah dari pemerintah begitu apek, penuh kutu & batu. saya ingat uang saku saya dulu begitu sedikit, hingga sy harus makan kenyang2 supaya gak jajan di skola. saya ingat kalo kami susah makan, beliau mengingatkan kami tentang bangsa somalia. saya ingat bahwa katanya ayam2 kami akan mati kalo makanan kami tìdak habis. saya ingat cerita dewi sri, yg mbah simak ceritakan pada saya, bahwa dewi padi itu akan sdh skali kalo kita membuang-buang nasi.

ingin sekali saya men-dublek2-an nasi2 yg tidak habis itu pada si pengambil. & menceramahi mereka bhwa rejeki akan lbh lancar kalo mereka lbh menghargai makanan. tapi, lagi2, yg kami tau adalah, nasi yg sdh dibayar, sepenuhnya menjadi hak mereka. terserah mau diapain. saya cuma bisa menelan ludah tiap kali melewati dapur, melirik sisa makanan itu bertumpuk2 mubazir. mungkin, skali2, seseorang memang harus miskin.

iya. mengbskan makanan tdk akan membuat kita tiba2 kaya. tapi ini perkara bersukur & kemampuan mengukur kemampuan kita,kan?. memulai sesuatu kan dari hal kecil. dan mengukur kapasitas perut, imo, adl salah satu diantaranya.

pernahkah berfikir, bhwa mungkin saja, orang2 yang lbh sulit mencari rejeki daripada kita, bisa jadi sakit hati melihat kita buang2 makanan?.

sepele. tapi saya rasa, penting skali. bagaimana bisa menilai orang lain, sementara mengukur kemampuan sendiri saja tak bisa.

percayalah, kau tidak akan mjd gendud (spt sya), krn menghabiskan spt makanan yg kamu ambil sendiri. gendud saya uda default, kok. :D